Pernahkah anda ngemil ditemani dengan snack atau gorengan ketika mengerjakan tugas? Ngemil disaat mengerjakan tugas atau itu saat sedang santai sepertinya sudah menjadi kebiasaan setiap orang. Ngerjain tugas kalo ga ada cemilan rasanya kurang banget, apalagi ditemani teh atau kopi, terasa lengkap banget kan. Selain makanan snack (makanan yang berbungkus) tak bisa dipungkiri gorengan juga kadang bisa menjadi alternatif untuk ngemil. Selain mudah didapat, terkadang gorengan juga banyak macam - macam aneka gorengan, ada tempe goreng, tahu, molen, bakwan dan masih banyak gorengan yang dijajakan di pinggir jalan yang rasanya gurih dan renyah. Karena biasanya pembeli menyukai makanan gorengan yang gurih.
Seperti yang kita ketahui gorengan mengandung banyak minyak yang mengandung kolestrol, meskipun demikian, masih banyak saja orang yang mengkonsumsi gorengan ini. Tak bisa disalahkan, kadang saya pun juga makan gorengan. Karena gorengan itu tidak bisa dilepaskan ketika sedang mengerjakan tugas, apalagi sambil nonton tv.
Kalian pernah denger ga penjual gorengan menggunakan plastik untuk menggoreng makanan supaya lebih gurih dan renyah? Karena banyak penggemar dari gorengan, banyak dari penjual yang curang dengan menggunakan minyak goreng yang memasukkan plastik minyaknya kedalam gorengan. Karena plastik yang dicampur kedalam minyak goreng, makanan gorengan yang di goreng akan menjadi renyah. Ini juga supaya gorengan menjadi tahan lama dan tetap gurih. Campuran plastik ini biasanya dari minyak yang di jual kiloan, dan penjual biasanya mencelupkan semuanya dengan plastic - plastik nya.
Meskipun gorengan ini sangat enak dan gurih karena warnanya lebih menarik, mengkonsumsi gorengan ini tentunya sangat berbahaya bagi tubuh kita karena plastik itu sendiri sangat sulit untuk dicerna oleh tubuh. Namun, kita juga harus memperhatikan gorengan yang dijual dipinggir jalan, karena tidak semua penjual gorengan yang memakai plastik. Untuk itu, bagi anda yang masih tetap membeli makanan gorengan dipinggir jalan harus jeli untuk melihat tekstur dari gorengan itu sendiri.
Bukan tidak mungkin, jika gorengan tersebut yang digoreng dengan campuran plastik akan berdampak buruk dan menimbulkan penyakit bagi pembeli. Belum gorengan yang berminyak ditambah lagi dengan campuran plastik. Itu tentu akan berdampak buruk sekali. Belum lagi pedagang - pedagang yang menjual makanan disekolah - sekolah yang incaran nya anak sekolahan. Makanan seperti ini dapat menimbulkan penyakit seperti: kanker hati, kanker usus besar, dan kanker otak.
Untuk dapat membedakan yang mana gorengan tidak memakai plastik dan yang menggunakan minyak berplastik. Untuk yang menggunakan minyak plastik biasanya warnanya mengkilap, tahan lama dan tetap gurih walaupun sudah lama di goreng, dan terdapat bercak putih yang mengendap seperti tepung. Dan untuk yang tidak menggunakan minya berplastik biasanya gorengan tidak akan gurih seperti awal di goreng.
Selain berbahaya karena menggunakan minyak berplastik, ternyata terlalu banyak makan gorengan yang berminyak juga dapat menimbulkan penyakit. Selain banyak timbunan lemak, juga menimbulkan penyakit kanker yang akan membahayakan tubuh bagi yang mengkonsumsi gorengan yang berplastik ini. selain memakai minyak berplastik, biasanya pedagang juga memakai minyak yang secara berulag - ulang dalam suhu tinggi dan dalam waktu yang lama yang memberikan kontribusi tertinggi terhadap asupan asam lemak trans. Lemak jenis ini menjadi salah satu penyebab penyakit akibat penyumbatan darah, salah satunya adalah penyakit jantung koroner. Mungkin kepada para pencinta gorengan harus teliti dulu dengan apa yang kita beli.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar