Kepuasan konsumen
adalah tingkat perasaan konsumen setelah membandingkan antara apa yang dia
terima dan harapannya (Umar, 2005 : 65). Seorang pelanggan, jika merasa puas
dengan nilai yang diberikan oleh produk atau jasa, sangat besar kemungkinannya
menjadi pelanggan dalam waktu yang lama. Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane
Keller yang dikutip dari buku Manajemen
Pemasaran mengatakan bahwa Kepuasan Konsumen adalah perasaan senang atau kecewa
seseorang yang muncul setelah membandingkan kinerja (hasil) produk yang
dipikirkan terhadap kinerja yang diharapkan (2007 : 177). Memuaskan kebutuhan
konsumen adalah keinginan setiap perusahaan. Selain faktor penting bagi
kelangsungan hidup perusahaan, memuaskan kebutuhan konsumen dapat meningkatkan
keunggulan dalam persaingan.
Konsumen yang puas
terhadap produk dan jasa pelayanan cenderung untuk membeli kembali produk dan
menggunakan kembali jasa pada saat kebutuhan yang sama muncul kembali
dikemudian hari. Hal ini berarti kepuasan merupakan faktor kunci bagi konsumen
dalam melakukan pembelian ulang yang merupakan porsi terbesar dari volume
penjualan perusahaan.
Faktor Utama dalam Menentukan Tingkat Kepuasan
Konsumen
Dalam menentukan
tingkat kepuasan konsumen, terdapat 5 faktor utama yang harus diperhatikan oleh
perusahaan yaitu :
A. Kualitas produk
Konsumen akan
merasa puas bila hasil evaluasi mereka menunjukkan bahwa produk yang mereka
gunakan berkualitas.
B. Kualitas pelayanan
Terutama untuk
industri jasa. Konsumen akan merasa puas bila mereka mendapatkan pelayanan yang
baik atau yang sesuai dengan yang diharapkan.
C. Emosional
Konsumen akan merasa bangga dan mendapatkan keyakinan
bahwa orang lain akan kagum terhadap dia bila menggunakan produk dengan merek
tertentu yang cenderung mempunyai tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Kepuasan
yang diperoleh bukan karena kualitas dari produk tetapi nilai sosial yang
membuat konsumen menjadi puas terhadap merek tertentu.
D. Harga
Produk yang
mempunyai kualitas yang sama tetapi menetapkan harga yang yang relatif murah
akan memberikan nilai yang lebih tinggi kepada konsumennya.
E. Biaya
Konsumen yang
tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan atau tidak perlu membuang waktu untuk
mendapatkan suatu produk atau jasa cenderung puas terhadap produk atau jasa
itu.
Metode Pengukuran Kepuasan Konsumen
Menurut Kotler yang dikutip dari Buku Total Quality
Management ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam melakukan pengukuran
kepuasan pelanggan, diantaranya (Tjiptono, 2003:104).
A. Sistem keluhan dan saran
Organisasi yang
berpusat pelanggan (Customer Centered) memberikan kesempatan yang luas kepada
para pelanggannya untuk menyampaikan saran dan keluhan. Informasi-informasi ini
dapat memberikan ide-ide cemerlang bagi perusahaan dan memungkinkannya untuk
bereaksi secara tanggap dan cepat untuk mengatasi masalah - masalah yang
timbul.
B. Ghost shopping
Salah satu cara
untuk memperoleh gambaran mengenai kepuasan pelanggan adalah dengan
mempekerjakan beberapa orang untuk berperan atau bersikap sebagai pembeli
potensial, kemudian melaporkan temuan-temuannya mengenai kekuatan dan kelemahan
produk perusahaan dan pesaing berdasarkan pengalaman mereka dalam pembelian
produk-produk tersebut. Selain itu para ghot shopper juga dapat mengamati cara
penanganan setiap keluhan.
C. Lost customer analysis
Perusahaan
seyogyanya menghubungi para pelanggan yang telah berhenti membeli atau yang
telah pindah pemasok agar dapat memahami mengapa hal itu terjadi. Bukan hanya
exit interview saja yang perlu, tetapi pemantauan customer loss rate juga
penting, peningkatan customer loss rate menunjukkan kegagalan perusahaan dalam
memuaskan pelanggannya.
D. Survei kepuasan pelanggan
Umumnya
penelitian mengenai kepuasan pelanggan dilakukan dengan penelitian survai, baik
melalui pos, telepon, maupun wawancara langsung. Perusahaan akan memperoleh
tanggapan dan umpan balik secara langsung dari pelanggan dan juga memberikan
tanda (signal) positif bahwa perusahaan menaruh perhatian terhadap para
pelanggannya.
Daftar Pustaka
• Kotler, Philip Dan Kevin Lane Keller.
2007. Manajemen Pemasaran. Edisi Kedua Belas. Indeks : Jakarta
• Umar, Husein. 1997. Study Kelayakan
Bisnis. Edisi Ketiga. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta
• Tjiptono, Fandy dan Anastasia Diana.
2003. Total Quality Manajemen. Edisi Revisi. Andy: Yogyakarta