Seiring dengan kemajuan teknologi pada waktu ini, seiring pula datang resiko yang setimpal dengan kemajuan tersebut. Salah satu resiko yang dibawa oleh kemajuan teknologi tersebut adalah kecanduan game online.
Game online merupakan salah satu produk kemajuan teknologi yang memudahkan kita untuk bermain permainan dalam jaringan dimanapun kita berada. Terlebih kemajuan dalam bidang aplikasi atau perangkat lunak yang mudah untuk di unduh di ponsel, tablet maupun PC yang juga mempermudah untuk memainkan permainan dalam jaringan tersebut.
Kecanduan game online merupakan ancaman global karena di beberapa negara seperti Amerika, Korea dan termasuk di Indonesia sendiri, sudah harus waspada untuk para pecandu permainan dalam jaringan ini. Terlebih jika anak-anak dibawah umur 19 tahun yang sudah menjadi pecandu permainan tersebut, dapat di asumsikan terkena disfungsi dalam mentalnya. Terlebih ada efek - efek berbahaya yang terbawa oleh para pecandu.
Bahkan, tingkat bahaya ini sudah dibuktikan oleh beberapa berita dan isu jika kematian juga dapat diterima oleh para pecandu game online. Oleh karena itu, baik orang dewasa dan khususnya bagi anak-anak yang berusia dibawah umur 19 tahun, harus masih dibawah pengawasan orang tua yang ketat ketika ingin bermain game online.
Anak - anak yang sudah kecanduan permainan dalam jaringan ini mempunyai beberapa tanda. Tanda-tanda inilah yang perlu diketahui oleh para orang tua. John D. Sutter dalam situs CNN, menjelaskan bahwa ada lima tanda bahwa anak telah kecanduan game online :
- Mengubah pola tidur, yaitu pagi terkantuk karena siang, sore hingga larut malam dihabiskan untuk bermain game online.
- Mementingkan game online daripada sekolah atau pekerjaannya.
- Periode waktu yang melebihi batas normal bermain game online.
- Rasa kesal yang tinggi karena sambungan internet terputus.
- Tidak dapat jauh dari ponsel, tablet, PC atau gadget lainnya.
Gejala atau tanda ini juga didukung oleh para peneliti dari Cardiff Derby, dan Universitas Trent Nottingham di situs BBC yang mengatakan bahwa para gamer dapat menghabiskan waktu hingga 90 jam per-minggu untuk bermain game online. Mereka juga menyebutkan hal ini sudah termasuk disfungsi yang dialami otak bernama pathological addiction. Masih dari situs yang sama, para produsen permainan sudah mengklaim membuat pesan peringatan bagi para gamers yang dikirimkan dalam jaringan juga.
Tetapi, pesan peringatan ini dibantah oleh Cyber Psychologist dari Universitas Derby - Dr. Zaheer Husein yang mengatakan tidak cukup hanya dengan pesan peringatan. “tidak cukup dengan satu ide ini untuk menghalangi para gamers untuk berhenti bermain” jelasnya dalam wawancara oleh BBC. Kemudian, dari situs resmi psychguides.com, juga menjelaskan bahwa tanda-tanda seseorang atau anak-anak yang mengalami kecanduan dapat dilihat dari segi fisiknya. Gejala yang ditimbulkan antara lain :
- Selalu terlihat kelelahan.
- Migrain yang dibarengi dengan sakit mata.
- Serta kebersihan badan yang kurang terjaga.
- Gangguan pergelangan tangan.
- Sakit punggung.
- Makan tidak teratur.
Seluruh gejala baik mental ataupun fisik timbul dikarenakan seseorang atau anak-anak telah kecanduan bermain permainan dalam jaringan tersebut. alasan untuk kecanduan bermain game online juga dijelaskan oleh Niko Tamtama di junalnya dalam situs Academia.edu. Beberapa alasan yang membuktikan seseorang atau anak kecanduan bermain game online :
- Seseorang atau anak yang pasif bisa menjadi aktif bahkan mempunyai banyak teman dalam game online tersebut.
- Adanya rasa ingin melampiaskan sesuatu sehingga melampiaskannya di game online.
- Adanya penciptaan karakter yang ideal bahkan sempurna yang mendorong untuk selalu bermain permainan dalam jaringan tersebut.
- Munculnya motivasi untuk selalu menciptakan score tertinggi dalam game online
- Kerjasama antar pemain dalam menyelesaikan misi di game online tersebut sehingga candu yang mereka tumbuhkan semakin besar.
Dari keseluruhan gejala mental, emosi, serta fisik dan alasan kecanduan bermain game online, tindakan preventif dan persuasif yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecanduan tersebut. Oleh karena itu, khususnya untuk para orang tua, harus bisa membuat waktu khusus untuk anak-anak mereka agar mereka tahu bahwa waktu mereka tidak hanya untuk internet dan game online.
Selebihnya, pengawasan bagi anak-anak oleh orang tua harus ditingkatkan. Para orang tua juga harus paham jam berapa mereka pulang sekolah agar tepat sampai rumah untuk mengurangi kesempatan mereka kabur untuk bermain game online. Cara lainnya, orang tua dapat menyediakan fasilitas game online dengan syarat agar si anak telah belajar dan mengerjakan pr dan bermain dengan waktu yang telah ditentukan. Hal - hal ini perlu dilakukan untuk mencegah kecanduan game online tersebut dan menyelamatkan masa depan anak-anak, khususnya anak-anak Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar